ringkasmedia.net, kutim – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat strategi komunikasi publik guna mempercepat penurunan angka stunting.
Salah satu pendekatan utama ialah pemanfaatan media digital, program televisi, dan edukasi berbasis konten kreatif untuk memastikan informasi pencegahan stunting dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kepala DPPKB Kutim, Ahmad Junaedi, menyatakan bahwa perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi alasan utama pemerintah mengalihkan sebagian besar kampanye edukasi ke platform digital.
Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk menjangkau generasi muda dan keluarga milenial yang sangat aktif di internet.
“Podcast dan konten digital memungkinkan masyarakat belajar kapan saja tanpa terikat waktu. Ini memberikan ruang edukasi yang lebih fleksibel,” ujar Junaedi, Selasa (11/11/25).
Podcast edukatif yang diproduksi DPPKB Kutim telah menghadirkan berbagai narasumber, mulai dari tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga kementerian terkait.
Selain itu, kerja sama dengan TVRI melalui program Publika menjadi penguat strategi komunikasi karena televisi masih berperan besar dalam penyebaran informasi ke masyarakat luas.
“Televisi tetap menjadi media yang kuat untuk menjangkau semua kelompok usia, termasuk masyarakat yang tidak aktif di media sosial,” tambah Junaedi.
Selain platform digital dan televisi, DPPKB Kutim juga memproduksi video animasi, poster digital, dan konten visual edukatif sebagai bentuk kampanye kreatif yang lebih mudah dipahami keluarga dan remaja.
Konten-konten tersebut disebarkan melalui YouTube dan media sosial untuk memaksimalkan jangkauan.
Meski strategi digital menjadi motor utama kampanye, DPPKB memastikan bahwa pendekatan lapangan tetap berjalan beriringan.
Penyuluhan tatap muka di posyandu, sekolah, puskesmas, dan ruang publik terus dilakukan untuk menyasar masyarakat yang belum sepenuhnya terhubung dengan internet.
Peran Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) juga menjadi ujung tombak edukasi langsung karena mampu melakukan pendekatan personal kepada keluarga berisiko stunting.
Dengan penggabungan edukasi digital, televisi, dan kampanye lapangan, DPPKB Kutim yakin penyebaran informasi yang cepat dan merata menjadi kunci mempercepat perubahan perilaku masyarakat dalam mencegah stunting.
DPPKB Kutim menegaskan bahwa inovasi komunikasi publik bukan sekadar strategi, tetapi komitmen pemerintah dalam memastikan setiap keluarga mendapatkan akses informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan dapat segera diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(ADV)









