Penulis: ringkas

  • Mahyunadi Serukan Budaya Tertib di Jalan Raya, Kutim Fokus Kurangi Kecelakaan Melalui Edukasi Masyarakat

    Mahyunadi Serukan Budaya Tertib di Jalan Raya, Kutim Fokus Kurangi Kecelakaan Melalui Edukasi Masyarakat

     

    ringkasmedia.net, kutim – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui gerakan edukasi masyarakat dan peningkatan kedisiplinan berkendara. 

    Hal ini disampaikan setelah menghadiri apel Operasi Zebra Mahakam 2025 di halaman Mapolres Kutim pada Senin (17/11/25).

    Menurut Mahyunadi, kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab tertinggi cedera dan kehilangan nyawa di Kutim. 

    Ia menilai sebagian besar kejadian bersumber dari perilaku pengendara yang mengabaikan aturan keselamatan dasar saat berkendara.

    “Yang paling sering terjadi adalah kecelakaan akibat kelalaian serta keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi kesadaran setiap pengendara di jalan,” ujar Mahyunadi.

    Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi kepolisian tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. 

    Perubahan perilaku masyarakat menjadi elemen paling penting agar angka kecelakaan dapat benar-benar ditekan.

    Selain kedisiplinan berkendara, Mahyunadi mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima sebelum mengendarai kendaraan. 

    Ia menyoroti kasus kecelakaan yang terjadi akibat mengemudi dalam kondisi mengantuk, kelelahan, atau tidak fokus.

    Ia meminta seluruh pihak termasuk sekolah, perangkat desa, organisasi pemuda, dan komunitas otomotif untuk ikut mengampanyekan keselamatan berkendara sejak dini sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh secara berkelanjutan.

    Mahyunadi menambahkan bahwa peningkatan keselamatan jalan harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat kepolisian. 

    “Kesadaran berlalu lintas adalah cermin peradaban daerah dan kalau masyarakat Kutim tertib, maka kita sedang membangun Kutim yang lebih beradab, aman, dan ramah bagi semua,” tutupnya.(ADV)

  • Keterbatasan Anggaran Tak Menghalangi Upaya Kutai Timur Perbaiki Fasilitas Wisata Secara Bertahap

    Keterbatasan Anggaran Tak Menghalangi Upaya Kutai Timur Perbaiki Fasilitas Wisata Secara Bertahap

     

    ringkasmedia.net, kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa peningkatan kualitas destinasi wisata tetap menjadi salah satu fokus pembangunan daerah meski menghadapi keterbatasan anggaran, upaya perbaikan sarana dan amenitas wisata terus dilakukan secara bertahap di berbagai lokasi.

    Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Ahmad Rifani, menjelaskan bahwa langkah rehabilitasi fasilitas wisata sudah termasuk dalam rencana kerja tahunan pemerintah daerah. 

    Namun pelaksanaan perbaikan dilakukan sesuai kemampuan keuangan agar tetap realistis dan tidak membebani fiskal.

    “Kita upayakan memperbaiki semua fasilitas pariwisata, tetapi tetap menyesuaikan anggaran dan kalau anggaran terbatas, ya kita kerjakan semaksimal mungkin” ujar Ahmad Rifani, Senin (17/11/25).

    Menurutnya, perbaikan amenitas menjadi prioritas utama mulai dari fasilitas kenyamanan pengunjung, penunjang keamanan, hingga sarana umum seperti toilet, area parkir, pusat informasi wisata, dan konektivitas akses.

    Rifani menegaskan bahwa yang terpenting adalah menjaga keberlanjutan pengembangan pariwisata. 

    “Kita mau semua fasilitas wisata ditingkatkan, tapi tetap harus melihat kondisi anggaran, kalau keuangan memadai, kita lakukan peningkatan fasilitas, kalau belum, dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.

    Dinas Pariwisata Kutim menilai bahwa peningkatan fasilitas wisata memiliki dampak jangka panjang terhadap citra destinasi dan kenyamanan pengunjung, sehingga penting untuk tetap menjaga kualitas meski di tengah keterbatasan anggaran. 

    Ke depan, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta, investor, hingga komunitas lokal untuk ikut memperkuat pembangunan amenitas di destinasi.

    Dengan pendekatan bertahap yang disesuaikan kemampuan keuangan, Kutim berharap pengembangan sektor pariwisata tetap berjalan stabil dan mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih baik bagi wisatawan.(ADV)

  • Festival Magic Land 2025 Resmi Ditutup, Ardiansyah: Kreativitas Masyarakat Adalah Keajaiban Kebudayaan Kutim

    Festival Magic Land 2025 Resmi Ditutup, Ardiansyah: Kreativitas Masyarakat Adalah Keajaiban Kebudayaan Kutim

     

    ringkasmedia.net, kutim – Gelaran Festival Magic Land Kutai Timur 2025 berakhir dengan meriah pada Minggu malam (16/11/25) di Polder Ilham Maulana, setelah berlangsung selama tiga hari, festival ini kembali memukau masyarakat dengan ragam penampilan seni, budaya, literasi, dan ekonomi kreatif dari berbagai komunitas di Kutai Timur (Kutim).

    Penutupan acara dipimpin langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat, mulai dari penggiat seni, pelajar, pelaku UMKM, hingga lembaga budaya yang telah memeriahkan festival setiap harinya.

    Ardiansyah menegaskan bahwa Magic Land bukan sekadar ruang hiburan, melainkan wadah untuk menunjukkan identitas Kutim sebagai daerah yang kaya budaya dan memiliki kreativitas masyarakat yang terus tumbuh.

    “Festival ini menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat adalah keajaiban kebudayaan Kutim dan selama kita terus berkarya, budaya kita akan tetap hidup dan berkembang,” ujar Ardiansyah.

    Bupati juga menyoroti keberagaman seni yang ditampilkan, mulai dari pertunjukan tradisional hingga karya kontemporer yang melibatkan anak muda. 

    Menurutnya, kolaborasi lintas generasi dalam festival ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak mengenal batas usia.

    Ia memberikan pujian khusus terhadap para pelaku seni lokal yang secara konsisten menampilkan karya terbaik tanpa meninggalkan akar budaya daerah. 

    Kehadiran festival ini, menurutnya, menjadi momentum penting untuk menguatkan ekosistem budaya sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

    Selain menjadi ajang apresiasi budaya, Magic Land juga dinilai memperkuat sektor UMKM ada puluhan pelaku usaha lokal yang mengikuti pameran selama festival mengaku terbantu dengan meningkatnya kunjungan dan transaksi dari masyarakat.

    Ardiansyah berharap penyelenggaraan Magic Land tahun depan dapat lebih berkembang, baik dari sisi konsep maupun partisipasi. 

    Ia membuka ruang sebesar-besarnya bagi komunitas seni dan UMKM untuk memperluas keterlibatan agar festival ini dapat memiliki daya tarik wisata yang lebih besar.

    “Selama kita menjaga budaya dan memperkuat kolaborasi, Magic Land akan terus tumbuh dan menjadi kebanggaan Kutim,” tutupnya.

    Festival Magic Land Kutai Timur 2025 secara resmi ditutup dengan penghormatan kepada seluruh pengisi acara dan panitia, diiringi tepuk tangan panjang dari penonton yang memenuhi area pelataran Polder Ilham Maulana menandai tiga hari perayaan budaya yang berkesan.(ADV)

  • Pemenuhan Gizi Tak Lagi Jadi Kendala, Program MBG Jadi Harapan Baru Keluarga di Kaliorang

    Pemenuhan Gizi Tak Lagi Jadi Kendala, Program MBG Jadi Harapan Baru Keluarga di Kaliorang


    ringkasmedia.net, kutim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menjadi angin segar bagi keluarga di Kecamatan Kaliorang, khususnya dalam memastikan asupan gizi anak terpenuhi secara terukur dan berkelanjutan. 

    Kehadiran program ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam memperkuat kesehatan masyarakat sejak dini.

    Camat Kaliorang H. Rusnomo mengatakan bahwa program MBG saat ini akan berjalan di dua lokasi, yaitu Desa Bukit Makmur dan Desa Kaliorang. 

    Meski masih terbatas pada dua titik, program ini dinilai sebagai pondasi penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak di wilayah Kaliorang.

    Pelaksanaan MBG menggunakan sistem kontrak rumah warga yang direhabilitasi menjadi ruang pelayanan makan bergizi sesuai standar. 

    Langkah ini dipilih agar pelaksanaan program dapat dimulai lebih cepat tanpa menunggu pembangunan gedung baru, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam waktu singkat.

    “Kita sudah mulai melaksanakan program MBG di Bukit Makmur dan Kaliorang, sistemnya kontrak rumah warga kemudian direhab dan dilengkapi fasilitas supaya benar-benar layak untuk pelayanan makan bergizi,” ujar Rusnomo, Minggu (16/11/25).

    Ia menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan sarana memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi sesuai standar kesehatan. 

    Selain pemerintah kecamatan dan desa, peran kader masyarakat juga dilibatkan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pelayanan dan pendataan penerima manfaat berjalan sesuai ketentuan.

    “Program ini sangat membantu karena tidak semua keluarga memiliki akses gizi yang memadai setiap hari dan melalui MBG, anak-anak bisa mendapatkan pola makan yang lebih teratur dan sehat, serta harapan kami program ini berkelanjutan dan semakin luas jangkauannya,” tambahnya.

    Dengan hadirnya program Makan Bergizi Gratis, masyarakat Kaliorang menyambut optimis akan masa depan kesehatan generasi muda. 

    Pemerintah berharap keberlanjutan program ini dapat menjadi investasi sosial penting dalam mencetak anak-anak Kaliorang yang tumbuh lebih sehat, aktif, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.(ADV)

  • Pelan Tapi Pasti, Jalan Batu Redi Menjadi Jalur Perdagangan Baru di Telen

    Pelan Tapi Pasti, Jalan Batu Redi Menjadi Jalur Perdagangan Baru di Telen

    ringkasmedia.net, kutim – Pembangunan infrastruktur jalan kembali menunjukkan perubahan nyata di Kecamatan Telen, jalan Batu Redi, yang selama ini menjadi akses vital masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan menghubungkan desa ke pusat kecamatan, kini perlahan mulai bertransformasi menjadi jalur perdagangan baru yang mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

    Camat Telen, Petrus Ivung, menyampaikan bahwa peningkatan akses jalan tersebut mulai menggerakkan aktivitas ekonomi warga, terutama petani dan pelaku usaha lokal. 

    Ia menuturkan bahwa meski progres masih bertahap, manfaat pembangunan sudah mulai dirasakan sejumlah desa di sekitar Batu Redi.

    “Kami melihat pergerakan barang mulai lebih lancar dan hasil pertanian yang dulu sulit dibawa keluar sekarang jauh lebih mudah dijual ke pasar kecamatan,” ujar Petrus Ivung, Minggu (16/11/25).

    Pembangunan jalan Batu Redi merupakan proyek tahun jamak 2023–2024 dengan target sepanjang enam kilometer. 

    Namun, medan pembangunan yang cukup berat mengharuskan pengerjaan dilakukan bertahap dan sejauh ini sekitar empat kilometer telah dibeton, dan kelanjutan pembangunan akan difokuskan pada penambahan satu kilometer dari sisi bawah pada tahun anggaran berikutnya.

    Menurut Petrus, wilayah Batu Redi memiliki karakter tanah berpasir dan rentan tergenang air ketika musim hujan. 

    Kondisi tersebut membuat alat berat hanya bisa bekerja pada waktu tertentu, sehingga penambahan jalan membutuhkan penanganan teknis lebih matang. 

    Meski demikian, pemerintah memastikan pekerjaan tidak dihentikan dan akan terus berjalan sesuai kemampuan dan cuaca lapangan.

    Selain aspek teknis, Petrus juga menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dan berencana mempertemukan pemerintah desa dan perusahaan setempat untuk mendorong kontribusi bersama dalam pembukaan akses baru.

    “Ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah, tapi kepentingan semua pihak, nika jalan terbuka, mobilitas ekonomi juga terbuka,” tegasnya.

    Perbaikan jalan Batu Redi ternyata tidak hanya mempermudah perdagangan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas. 

    Warga semakin mudah mengakses fasilitas kesehatan, sekolah, dan pusat administrasi kecamatan.

    Pemerintah Kecamatan Telen menargetkan progres pembangunan jalan Batu Redi terus meningkat setiap tahun hingga benar-benar tuntas dan mampu menjadi jalur utama penggerak ekonomi wilayah. 

    Dengan pembukaan akses yang semakin baik, pemerintah berharap desa-desa yang sebelumnya terpinggirkan dapat berkembang sejajar dengan wilayah lain.

    Secara perlahan namun pasti, Jalan Batu Redi kini menjadi simbol perubahan positif bagi masyarakat.(ADV)

  • Pelan Tapi Pasti, Jalan Batu Redi Menjadi Jalur Perdagangan Baru di Telen

    Pelan Tapi Pasti, Jalan Batu Redi Menjadi Jalur Perdagangan Baru di Telen

    ringkasmedia.net, kutim – Pembangunan infrastruktur jalan kembali menunjukkan perubahan nyata di Kecamatan Telen, jalan Batu Redi, yang selama ini menjadi akses vital masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan menghubungkan desa ke pusat kecamatan, kini perlahan mulai bertransformasi menjadi jalur perdagangan baru yang mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

    Camat Telen, Petrus Ivung, menyampaikan bahwa peningkatan akses jalan tersebut mulai menggerakkan aktivitas ekonomi warga, terutama petani dan pelaku usaha lokal. 

    Ia menuturkan bahwa meski progres masih bertahap, manfaat pembangunan sudah mulai dirasakan sejumlah desa di sekitar Batu Redi.

    “Kami melihat pergerakan barang mulai lebih lancar dan hasil pertanian yang dulu sulit dibawa keluar sekarang jauh lebih mudah dijual ke pasar kecamatan,” ujar Petrus Ivung, Minggu (16/11/25).

    Pembangunan jalan Batu Redi merupakan proyek tahun jamak 2023–2024 dengan target sepanjang enam kilometer. 

    Namun, medan pembangunan yang cukup berat mengharuskan pengerjaan dilakukan bertahap dan sejauh ini sekitar empat kilometer telah dibeton, dan kelanjutan pembangunan akan difokuskan pada penambahan satu kilometer dari sisi bawah pada tahun anggaran berikutnya.

    Menurut Petrus, wilayah Batu Redi memiliki karakter tanah berpasir dan rentan tergenang air ketika musim hujan. 

    Kondisi tersebut membuat alat berat hanya bisa bekerja pada waktu tertentu, sehingga penambahan jalan membutuhkan penanganan teknis lebih matang. 

    Meski demikian, pemerintah memastikan pekerjaan tidak dihentikan dan akan terus berjalan sesuai kemampuan dan cuaca lapangan.

    Selain aspek teknis, Petrus juga menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dan berencana mempertemukan pemerintah desa dan perusahaan setempat untuk mendorong kontribusi bersama dalam pembukaan akses baru.

    “Ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah, tapi kepentingan semua pihak, nika jalan terbuka, mobilitas ekonomi juga terbuka,” tegasnya.

    Perbaikan jalan Batu Redi ternyata tidak hanya mempermudah perdagangan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas. 

    Warga semakin mudah mengakses fasilitas kesehatan, sekolah, dan pusat administrasi kecamatan.

    Pemerintah Kecamatan Telen menargetkan progres pembangunan jalan Batu Redi terus meningkat setiap tahun hingga benar-benar tuntas dan mampu menjadi jalur utama penggerak ekonomi wilayah. 

    Dengan pembukaan akses yang semakin baik, pemerintah berharap desa-desa yang sebelumnya terpinggirkan dapat berkembang sejajar dengan wilayah lain.

    Secara perlahan namun pasti, Jalan Batu Redi kini menjadi simbol perubahan positif bagi masyarakat.(ADV)

  • Tak Sekadar Pembangunan Fisik, Rantau Pulung Prioritaskan Akses Air Bersih untuk Semua Warga

    Tak Sekadar Pembangunan Fisik, Rantau Pulung Prioritaskan Akses Air Bersih untuk Semua Warga

    ringkasmedia.net, kutim –  Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menjadikan pemenuhan air bersih sebagai prioritas utama dalam program pembangunan tahun 2026. 

    Keputusan ini diambil karena kebutuhan air bersih dinilai menjadi fondasi penting bagi kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.

    Camat Rantau Pulung, Tristiningsih, menyampaikan bahwa pemenuhan air bersih tidak boleh lagi menjadi persoalan di tengah pertumbuhan wilayah dan peningkatan jumlah penduduk.

    “Kami ingin memastikan setiap rumah tangga benar-benar mendapatkan akses air bersih yang layak, itu komitmen kami untuk tahun 2026,” tegas Tristiningsih, Sabtu (15/11/25).

    Sejauh ini sebagian besar desa di Rantau Pulung telah merasakan peningkatan distribusi air bersih. 

    Meski demikian, masih ditemukan beberapa titik yang mengalami pasokan tidak stabil sehingga membutuhkan perbaikan dan perluasan jaringan.

    Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah kecamatan akan bekerja sama dengan Dinas PUPR dan PDAM Kutim dalam pembangunan jaringan baru serta optimalisasi pipa lama yang sudah tidak berfungsi. 

    Selain peningkatan infrastruktur, pemerintah juga menaruh perhatian pada keberlanjutan layanan. 

    Monitoring berkala akan dilakukan untuk memastikan pasokan air tetap stabil, terutama pada masa kemarau atau ketika penggunaan air meningkat.

    Pemerintah mendorong warga menjaga instalasi air di tingkat rumah tangga serta bijak dalam penggunaan agar suplai yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata.

    Tristiningsih menekankan bahwa pembangunan air bersih tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya air bersih untuk kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

    “Kami membangun jaringan airnya, masyarakat menjaga lingkungannya, kalau itu berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” ujarnya.

    Dengan upaya yang terarah dan kolaboratif, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung optimistis kebutuhan air bersih seluruh desa dapat terpenuhi. 

    Pemerintah berharap peningkatan ini menjadi pemicu tumbuhnya kualitas hidup serta mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Rantau Pulung.(ADV)

  • Pekan Pemuda KNPI 2025 Resmi Berakhir, Ardiansyah: Energi Anak Muda Adalah Arah Masa Depan Kutai Timur

    Pekan Pemuda KNPI 2025 Resmi Berakhir, Ardiansyah: Energi Anak Muda Adalah Arah Masa Depan Kutai Timur

     

    ringkasmedia.net, kutim – Ribuan anak muda memadati Alun-Alun Perkantoran Bukit Pelangi pada malam puncak Pekan Pemuda KNPI Kutai Timur 2025, Sabtu (15/11/2025). 

    Acara berlangsung meriah dengan rangkaian penampilan seni, pameran kreativitas, dan kolaborasi komunitas pemuda yang mengisi panggung utama sejak sore hingga malam hari.

    Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, hadir langsung untuk menutup kegiatan tersebut serta menegaskan bahwa Pekan Pemuda bukan semata ajang seremonial, melainkan momentum untuk menunjukkan kekuatan kontribusi generasi muda dalam pembangunan Kutim.

    “Energi pemuda adalah arah masa depan Kutim dan Pekan Pemuda membuktikan bahwa anak muda kita punya ide, kemampuan, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam pembangunan,” ujar Ardiansyah, Sabtu (15/11/25).

    Ia mengapresiasi KNPI Kutim yang berhasil menyatukan puluhan komunitas lintas minat, mulai dari ekonomi kreatif, seni budaya, olahraga, hingga sektor inovasi sosial. 

    Menurutnya, kolaborasi seperti ini harus terus dipertahankan agar pemuda memiliki ruang untuk berkembang dan berkontribusi.

    Bupati juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Kutim yang mencapai angka tinggi akan memiliki dampak nyata hanya jika generasi muda diberi kesempatan untuk menciptakan nilai ekonomi baru dan menggerakkan ekosistem produktif.

    “Pertumbuhan ekonomi Kutim mengalami kenaikan, tapi yang terpenting adalah seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat dan di sinilah peran pemuda menjadi sangat penting,” tegas Ardiansyah.

    Berbagai kegiatan yang berlangsung selama Pekan Pemuda menunjukkan kapasitas anak muda dalam banyak sektor, seperti pertanian modern, perikanan air tawar, UMKM, seni pertunjukan, hingga literasi sosial.

    Malam penutupan semakin semarak dengan gelaran penampilan seni dari komunitas pemuda, disusul konser bintang tamu Vagetos yang disambut antusias penonton hingga akhir kegiatan. 

    Sorak sorai dan tepuk tangan mengisi seluruh area alun-alun sebagai penanda berakhirnya Pekan Pemuda tahun ini dengan penuh kebanggaan.

    Bupati Ardiansyah secara resmi menutup Pekan Pemuda KNPI Kutim 2025 dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai ruang afirmasi ide, kreativitas, dan prestasi generasi muda Kutim.(ADV)

  • Gaharu Kutim Dilirik Timur Tengah, Rusmiati Dorong UMKM Naik Kelas Lewat UMKM Center

    Gaharu Kutim Dilirik Timur Tengah, Rusmiati Dorong UMKM Naik Kelas Lewat UMKM Center

    ringkasmedia.net, kutim – Komoditas gaharu asal Kutai Timur (Kutim) kini semakin menarik perhatian pasar internasional, khususnya Timur Tengah, melihat potensi besar tersebut, Plt. Camat Sangatta Selatan Rusmiati SE mendorong pembentukan UMKM Center sebagai strategi menaikkan kelas pelaku usaha lokal dan memastikan produk unggulan daerah memiliki daya saing ekspor.

    Menurut Rusmiati, gaharu selama ini hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, padahal nilai jualnya bisa meningkat berkali-kali lipat jika diolah menjadi produk turunan seperti minyak atsiri, parfum, dupa, hingga souvenir eksklusif. 

    Di wilayah Sungai Tabuan sendiri, terdapat petani gaharu yang sudah mulai membina kelompok dan mendapat peluang mengikuti pameran internasional.

    “Gaharu ini punya nilai ekonomi yang sangat besar, kalau kita kelola dengan benar, masyarakat tidak hanya menjual kayunya, tetapi bisa masuk ke industri dan ekspor,” ujar Rusmiati, Sabtu (15/11/25).

    Namun ia menegaskan bahwa pengembangan produk lokal membutuhkan ekosistem pendukung yang kuat. 

    Karena itu pemerintah kecamatan Sangatta Selatan mendorong pembentukan UMKM Center sebagai wadah pembinaan, pemasaran, branding, perizinan, akses perbankan, hingga jejaring ekspor untuk pelaku usaha.

    “UMKM Center harus menjadi rumah besar bagi pelaku usaha dan di sana ada pelatihan, kolaborasi, pendampingan, dan akses pasar. Tujuannya satu: UMKM kita harus naik kelas,” tegasnya.

    Gagasan tersebut juga didorong oleh kekuatan ekonomi masyarakat Sangatta Selatan yang bertumpu pada sektor pertanian, perikanan, dan pengolahan hasil alam. 

    Menurut Rusmiati, jika UMKM Center berdiri dan berjalan optimal, berbagai potensi lokal akan saling menopang dan menguatkan rantai ekonomi daerah.

    Pemerintah kecamatan menilai dunia usaha, perbankan, dinas teknis, hingga CSR perusahaan dapat berperan dalam mengembangkan UMKM melalui program pelatihan, pemasaran, hingga fasilitas promosi.

    Selain itu, Rusmiati mengharapkan pelaku usaha tidak hanya fokus produksi, tetapi juga memahami manajemen usaha, legalitas produk, hingga strategi branding sehingga mampu bersaing di pasar modern.

    Dengan potensi gaharu yang sedang membuka jalan ke pasar Timur Tengah, ia optimistis ekonomi Sangatta Selatan berada di jalur yang tepat menuju kemandirian ekonomi berbasis masyarakat.(ADV)

  • Tidak Tunggu Masalah Datang, Kaliorang Siapkan Pembangunan Drainase untuk Perkuat Infrastruktur

    Tidak Tunggu Masalah Datang, Kaliorang Siapkan Pembangunan Drainase untuk Perkuat Infrastruktur

    ringkasmedia.net, kutim – Pemerintah Kecamatan Kaliorang terus memperkuat pembangunan infrastruktur untuk memastikan kenyamanan dan keamanan lingkungan permukiman warga. 

    Meski wilayah Kecamatan Kaliorang sejauh ini tidak menghadapi ancaman banjir besar, pembangunan drainase tetap menjadi bagian penting dalam agenda peningkatan sarana dasar kecamatan.

    Menurut Camat Kaliorang H. Rusnomo, kondisi geografis wilayah relatif aman dari banjir dan selama ini genangan air hanya terjadi sesaat ketika hujan deras dan langsung surut, terutama di titik-titik yang belum memiliki saluran drainase memadai. 

    Kendati demikian, pemerintah tidak ingin menunggu hingga timbul masalah sebelum melakukan pembenahan.

    “Alhamdulillah Kaliorang tidak pernah mengalami banjir besar dan kalau pun ada genangan, itu hanya sebentar saat hujan dan kemudian surut, tapi drainase tetap kita perlukan untuk menjaga lingkungan tertib dan nyaman,” ujar Rusnomo, Sabtu (15/11/25).

    Rusnomo menegaskan bahwa pembangunan drainase masih dilakukan secara bertahap karena anggaran tahun ini lebih diprioritaskan untuk penyelesaian program semenisasi jalan poros di sejumlah titik strategis. 

    Setelah pembangunan jalan selesai sepenuhnya, proyek drainase akan dilanjutkan sebagai tahap lanjutan penguatan infrastruktur.

    “Fokus kita sekarang merampungkan dulu semenisasi jalan dan setelah benar-benar tuntas, drainase akan menyusul supaya pembangunan tidak tumpang tindih dan hasilnya maksimal,” tambahnya.

    Beberapa desa di Kaliorang telah mulai membangun drainase bersamaan dengan peningkatan jalan, namun cakupan pembangunan belum merata di seluruh wilayah. 

    Pemerintah Kecamatan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan dinas teknis agar proses pembangunan drainase di tahap berikutnya berjalan sesuai kebutuhan.

    Upaya peningkatan drainase ini ditargetkan tidak hanya untuk mencegah genangan air, tetapi juga menjaga ketahanan konstruksi jalan agar umur teknisnya lebih panjang. 

    Infrastruktur dasar yang tertata diyakini mampu mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan kenyamanan lingkungan.

    Dengan strategi pembangunan bertahap dan berbasis kebutuhan wilayah, Pemerintah Kecamatan Kaliorang berharap seluruh desa dapat menikmati infrastruktur drainase yang memadai. 

    Langkah ini diharapkan menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas lingkungan tetap baik dan pembangunan infrastruktur berjalan lebih berkelanjutan.(ADV)