Penulis: ringkas

  • Kuota Starlink Kini Reset Tiap Akhir Bulan, Diskominfo Kutim Minta Sekolah Disiplin Kelola Akses Internet

    Kuota Starlink Kini Reset Tiap Akhir Bulan, Diskominfo Kutim Minta Sekolah Disiplin Kelola Akses Internet

     

    ringkasmedia.net, kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) menyampaikan penjelasan resmi mengenai perubahan kebijakan kuota internet Starlink untuk sekolah yang berlaku mulai akhir tahun 2025. 

    Penyesuaian ini menuntut satuan pendidikan menerapkan kontrol penggunaan internet secara lebih ketat demi menjaga kelancaran pembelajaran digital.

    Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, menjelaskan bahwa perbedaan paling mendasar terjadi pada sistem pemakaian kuota. 

    Pada 2024, sisa kuota 1 Terabyte (TB) masih dapat digunakan di bulan berikutnya dengan penurunan kecepatan. 

    Namun tahun ini seluruh kuota akan habis otomatis setiap akhir bulan, berapa pun sisa pemakaiannya.

    “Mulai tahun ini tidak ada lagi kuota sisa yang terbawa ke bulan berikutnya. Habis atau tidak habis, akhir bulan tetap reset,” tegas Ronny, Selasa (18/11/25).

    Ia menambahkan bahwa kecepatan internet setelah kuota habis kini juga telah ditetapkan lebih stabil, yakni 200 Mbps, sehingga aktivitas pembelajaran digital tetap bisa berjalan tanpa hambatan signifikan meski kuota utama telah terpakai habis.

    Dengan adanya perubahan tersebut, Ronny meminta sekolah untuk lebih berhati-hati dalam mengatur pemakaian jaringan. 

    Ia mengingatkan agar pemanfaatan internet benar-benar diarahkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan administrasi pendidikan.

    “Kuota harus dikelola secara disiplin, utamakan kebutuhan pembelajaran. Jangan sampai kuota habis di tengah bulan karena penggunaan yang tidak relevan,” ujarnya.

    Diskominfo juga mendorong sekolah untuk menerapkan pembagian jaringan yang lebih terstruktur, termasuk membatasi akses pada perangkat yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. 

    Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi tingginya konsumsi data yang bisa mempercepat habisnya kuota.

    Selain itu, Ronny memastikan bahwa pemerintah daerah berkomunikasi aktif dengan penyedia layanan untuk mendampingi sekolah apabila membutuhkan dukungan teknis di lapangan. 

    Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan provider layanan internet sangat penting agar proses belajar berbasis teknologi dapat berjalan optimal.

    Dengan diberlakukannya kebijakan baru Starlink ini, pemerintah berharap sekolah dapat segera menyesuaikan diri dan menerapkan pola pemakaian yang efisien tanpa mengganggu keberlanjutan kegiatan pembelajaran digital sepanjang bulan.(ADV)

  • Kuota Starlink Kini Reset Tiap Akhir Bulan, Diskominfo Kutim Minta Sekolah Disiplin Kelola Akses Internet

    Kuota Starlink Kini Reset Tiap Akhir Bulan, Diskominfo Kutim Minta Sekolah Disiplin Kelola Akses Internet

     

    ringkasmedia.net, kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) menyampaikan penjelasan resmi mengenai perubahan kebijakan kuota internet Starlink untuk sekolah yang berlaku mulai akhir tahun 2025. 

    Penyesuaian ini menuntut satuan pendidikan menerapkan kontrol penggunaan internet secara lebih ketat demi menjaga kelancaran pembelajaran digital.

    Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, menjelaskan bahwa perbedaan paling mendasar terjadi pada sistem pemakaian kuota. 

    Pada 2024, sisa kuota 1 Terabyte (TB) masih dapat digunakan di bulan berikutnya dengan penurunan kecepatan. 

    Namun tahun ini seluruh kuota akan habis otomatis setiap akhir bulan, berapa pun sisa pemakaiannya.

    “Mulai tahun ini tidak ada lagi kuota sisa yang terbawa ke bulan berikutnya. Habis atau tidak habis, akhir bulan tetap reset,” tegas Ronny, Selasa (18/11/25).

    Ia menambahkan bahwa kecepatan internet setelah kuota habis kini juga telah ditetapkan lebih stabil, yakni 200 Mbps, sehingga aktivitas pembelajaran digital tetap bisa berjalan tanpa hambatan signifikan meski kuota utama telah terpakai habis.

    Dengan adanya perubahan tersebut, Ronny meminta sekolah untuk lebih berhati-hati dalam mengatur pemakaian jaringan. 

    Ia mengingatkan agar pemanfaatan internet benar-benar diarahkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan administrasi pendidikan.

    “Kuota harus dikelola secara disiplin, utamakan kebutuhan pembelajaran. Jangan sampai kuota habis di tengah bulan karena penggunaan yang tidak relevan,” ujarnya.

    Diskominfo juga mendorong sekolah untuk menerapkan pembagian jaringan yang lebih terstruktur, termasuk membatasi akses pada perangkat yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. 

    Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi tingginya konsumsi data yang bisa mempercepat habisnya kuota.

    Selain itu, Ronny memastikan bahwa pemerintah daerah berkomunikasi aktif dengan penyedia layanan untuk mendampingi sekolah apabila membutuhkan dukungan teknis di lapangan. 

    Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan provider layanan internet sangat penting agar proses belajar berbasis teknologi dapat berjalan optimal.

    Dengan diberlakukannya kebijakan baru Starlink ini, pemerintah berharap sekolah dapat segera menyesuaikan diri dan menerapkan pola pemakaian yang efisien tanpa mengganggu keberlanjutan kegiatan pembelajaran digital sepanjang bulan.(ADV)

  • Mahyunadi Dorong Penguatan Kompetensi Pers: “Informasi Harus Membangun, Bukan Membelah Masyarakat”

    Mahyunadi Dorong Penguatan Kompetensi Pers: “Informasi Harus Membangun, Bukan Membelah Masyarakat”

     

    ringkasmedia.net, kutim – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) di D’Lounge Hotel Royal Victoria, Selasa (18/11/25).

    Dalam kesempatan itu, Mahyunadi menyampaikan bahwa profesi wartawan memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik dan mempengaruhi stabilitas sosial. 

    Karena itu, peningkatan kompetensi melalui UKW dinilai sangat penting untuk menjamin kualitas pemberitaan yang layak dan bertanggung jawab.

    “Informasi harus membangun, bukan membelah masyarakat dan itulah sebabnya kompetensi pers harus terus diperkuat,” tegas Mahyunadi, Selasa (18/11/25).

    Menurutnya, media modern tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga berperan sebagai penjaga harmoni sosial. 

    Berita yang tidak akurat atau bernada provokatif berpotensi menimbulkan kegaduhan dan melemahkan kepercayaan publik.

    Ia menekankan bahwa tugas kritis pers terhadap kebijakan pemerintah tetap penting, namun harus dijalankan dengan prinsip proporsional, verifikasi sumber, dan etika jurnalistik agar kritik menghasilkan solusi, bukan konflik.

    “Wartawan itu mitra strategis pemerintah, Silakan kritis, silakan mengawasi tapi tetap pada koridor profesionalitas yang berimbang, objektif, dan etis,” tambahnya.

    Mahyunadi juga mengapresiasi inisiatif PWI Kutim dan Diskominfo Staper yang terus mendorong peningkatan kapasitas wartawan melalui UKW. 

    Ia menilai langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan ruang informasi dan perkembangan demokrasi lokal.

    Selain itu, ia meminta agar UKW tidak hanya dipandang sebagai syarat administratif, tetapi sebagai proses membangun budaya kerja jurnalistik yang bertanggung jawab. 

    Di era digital yang penuh tekanan klik dan kecepatan, integritas menurutnya menjadi benteng terakhir seorang wartawan.

    Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan peningkatan kompetensi pers di Kutim karena keberadaan wartawan profesional sangat membantu kelancaran informasi program pemerintahan, sekaligus menjaga keteduhan ruang publik.

    Dengan dibukanya UKW 2025, Mahyunadi berharap semakin banyak jurnalis Kutim yang mampu menjadi contoh praktik jurnalistik berkualitas dan memberi pendidikan publik, memperkuat persatuan masyarakat, serta menjadi wajah terpercaya dunia pers daerah.(ADV)

  • Pemkab Kutim Ajak Ormas Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat, Mahyunadi: Perbedaan Boleh Ada, Tapi Harus Satu Tujuan

    Pemkab Kutim Ajak Ormas Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat, Mahyunadi: Perbedaan Boleh Ada, Tapi Harus Satu Tujuan

     

    ringkasmedia.net, kutim – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menyampaikan ajakan kepada seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) untuk ikut memperkuat ketahanan sosial masyarakat dan menjaga kekompakan di tengah dinamika pembangunan daerah. 

    Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi Organisasi Masyarakat yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim.

    Menurut Mahyunadi, keberadaan Ormas tidak hanya sekadar struktur organisasi, tetapi juga instrumen penting untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kutim.

    “Perbedaan suku, agama, maupun pandangan itu wajar dalam masyarakat, akan tetapi tujuan kita harus tetap satu, yaitu menjaga Kutim tetap damai dan maju,” ujar Mahyunadi, Selasa (18/11/25).

    Ia menjelaskan bahwa Ormas memegang peran strategis dalam membangun komunikasi sosial, menguatkan nilai kebangsaan, serta membantu menciptakan suasana kondusif di tingkat komunitas. 

    Pemerintah membutuhkan mitra yang mampu merangkul berbagai kelompok masyarakat untuk mencegah potensi gesekan sosial.

    Mahyunadi juga mendorong agar Ormas terus meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi melalui tata kelola yang transparan, program yang relevan, dan kontribusi nyata di lapangan.

    “Ormas harus hadir sebagai pelopor persatuan, bukan pemicu perpecahan dan energi masyarakat akan sangat besar kalau Ormas bergerak secara sehat dan positif,” ungkapnya.

    Terkait dukungan pendanaan, Mahyunadi meluruskan bahwa hibah untuk Ormas tetap melalui mekanisme seleksi, bukan diberikan secara otomatis. 

    Penilaian dilakukan berbasis legalitas, rekam jejak, serta manfaat program bagi masyarakat.

    Selain itu, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas bagi Ormas yang terbukti melanggar aturan atau menimbulkan gangguan sosial. 

    Sanksi administratif hingga pembekuan tetap dapat diterapkan sesuai ketentuan perundang-undangan.

    Mahyunadi berharap seluruh Ormas semakin matang dalam menjalankan fungsi kebangsaan dan kemasyarakatan, termasuk mengedukasi masyarakat agar tetap solid di tengah perbedaan.

    Dengan sinergi pemerintah dan Ormas, ia yakin Kutim dapat terus berkembang sebagai daerah yang harmonis, aman, dan memiliki identitas kebersamaan yang kuat.(ADV)

  • Pemkab Kutim Ajak Ormas Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat, Mahyunadi: Perbedaan Boleh Ada, Tapi Harus Satu Tujuan

    Pemkab Kutim Ajak Ormas Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat, Mahyunadi: Perbedaan Boleh Ada, Tapi Harus Satu Tujuan

     

    ringkasmedia.net, kutim – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menyampaikan ajakan kepada seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) untuk ikut memperkuat ketahanan sosial masyarakat dan menjaga kekompakan di tengah dinamika pembangunan daerah. 

    Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi Organisasi Masyarakat yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim.

    Menurut Mahyunadi, keberadaan Ormas tidak hanya sekadar struktur organisasi, tetapi juga instrumen penting untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kutim.

    “Perbedaan suku, agama, maupun pandangan itu wajar dalam masyarakat, akan tetapi tujuan kita harus tetap satu, yaitu menjaga Kutim tetap damai dan maju,” ujar Mahyunadi, Selasa (18/11/25).

    Ia menjelaskan bahwa Ormas memegang peran strategis dalam membangun komunikasi sosial, menguatkan nilai kebangsaan, serta membantu menciptakan suasana kondusif di tingkat komunitas. 

    Pemerintah membutuhkan mitra yang mampu merangkul berbagai kelompok masyarakat untuk mencegah potensi gesekan sosial.

    Mahyunadi juga mendorong agar Ormas terus meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi melalui tata kelola yang transparan, program yang relevan, dan kontribusi nyata di lapangan.

    “Ormas harus hadir sebagai pelopor persatuan, bukan pemicu perpecahan dan energi masyarakat akan sangat besar kalau Ormas bergerak secara sehat dan positif,” ungkapnya.

    Terkait dukungan pendanaan, Mahyunadi meluruskan bahwa hibah untuk Ormas tetap melalui mekanisme seleksi, bukan diberikan secara otomatis. 

    Penilaian dilakukan berbasis legalitas, rekam jejak, serta manfaat program bagi masyarakat.

    Selain itu, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas bagi Ormas yang terbukti melanggar aturan atau menimbulkan gangguan sosial. 

    Sanksi administratif hingga pembekuan tetap dapat diterapkan sesuai ketentuan perundang-undangan.

    Mahyunadi berharap seluruh Ormas semakin matang dalam menjalankan fungsi kebangsaan dan kemasyarakatan, termasuk mengedukasi masyarakat agar tetap solid di tengah perbedaan.

    Dengan sinergi pemerintah dan Ormas, ia yakin Kutim dapat terus berkembang sebagai daerah yang harmonis, aman, dan memiliki identitas kebersamaan yang kuat.(ADV)

  • Rp 400 Juta CSR KPC Perkuat Rumah Rehab Gizi, Upaya Sangatta Utara Tekan Stunting Berbasis Perubahan Perilaku

    Rp 400 Juta CSR KPC Perkuat Rumah Rehab Gizi, Upaya Sangatta Utara Tekan Stunting Berbasis Perubahan Perilaku

    ringkasmedia.net, Kutim – Pembangunan fasilitas Rumah Rehab Gizi di Kecamatan Sangatta Utara memasuki tahap final sebagai pusat edukasi gizi keluarga yang dirancang untuk mendukung penanganan stunting jangka panjang. 

    Fokus pembangunan diarahkan tidak hanya pada penyediaan ruang makan sehat bagi anak berisiko stunting, tetapi juga menciptakan sarana pembelajaran bagi orang tua dalam membentuk kebiasaan gizi yang berkelanjutan.

    Program ini mendapatkan dukungan pendanaan sebesar Rp 400 juta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC). 

    Anggaran tersebut digunakan sepenuhnya untuk perbaikan fasilitas fisik, penguatan ruang kelas edukasi gizi, ruang dapur praktik, peralatan memasak sehat, hingga sarana pemantauan tumbuh kembang anak.

    Sebelumnya, pembangunan Rumah Rehab Gizi direncanakan berlokasi di kawasan TK Sangatta Utara, namun dibatalkan karena lahan tidak memadai untuk standar teknis pelayanan. 

    Pemerintah kemudian melakukan langkah strategis dengan memanfaatkan bangunan eks rumah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kecamatan Sangatta Utara yang telah lama tidak digunakan. 

    Bangunan seluas 8 × 20 meter itu kini tengah disiapkan untuk menjadi ruang pembinaan gizi terpadu. 

    Penataan ruang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas edukasi, termasuk dining area untuk praktik makan sehat, kitchen set untuk pembelajaran memasak, ruang kelas orang tua, serta area pengukuran pertumbuhan anak.

    “Alih fungsi bangunan ini bukan hanya efisiensi, tetapi langkah percepatan agar layanan pendampingan gizi segera dapat beroperasi dan aset pemerintah harus kembali memberi manfaat kepada masyarakat,” ujar Hasdiah, Selasa (18/11/25).

    Untuk memastikan standar bangunan sesuai kebutuhan kesehatan, pemerintah juga menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). 

    Hal ini memastikan setiap ruang memenuhi detail teknis pelayanan gizi, baik dari sisi sanitasi, ventilasi,  hingga standar ruang pemantauan tumbuh kembang anak.

    Hasdiah menegaskan bahwa pembangunan fasilitas fisik Rumah Rehab Gizi bukan tujuan akhir, melainkan fondasi untuk membangun pola konsumsi sehat dan kesadaran orang tua dalam pemenuhan gizi anak.

    “Bangunan ini akan menjadi pusat pembiasaan perilaku sehat, ketika anak sudah kembali sehat, kita ingin perubahan perilaku keluarga tetap berlanjut di rumah,” ungkapnya.

    Dengan penguatan infrastruktur dan penyesuaian standar bangunan kesehatan, pemerintah Kecamatan Sangatta Utara berharap Rumah Rehab Gizi menjadi percontohan penanganan stunting berbasis edukasi dan kolaborasi multipihak di Kabupaten Kutim.(ADV)

  • Tak Ada Lagi Kesenjangan Digital, Seluruh Sekolah di Kutim Kini Resmi Terhubung Internet Gratis

    Tak Ada Lagi Kesenjangan Digital, Seluruh Sekolah di Kutim Kini Resmi Terhubung Internet Gratis


    ringkasmedia.net, kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang setara bagi seluruh siswa melalui kebijakan pemerataan internet gratis untuk semua sekolah tanpa terkecuali. 

    Mulai dari sekolah di pusat kota hingga sekolah-sekolah yang berada di wilayah perdesaan dan pedalaman, semuanya telah menerima layanan jaringan yang sama.

    Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Sulisman, memastikan bahwa program tersebut berjalan sesuai target sebagai bagian dari prioritas pembangunan pendidikan di kabupaten.

    “Kami pastikan tidak ada satu pun sekolah yang tertinggal dan semua sudah terhubung internet gratis, baik sekolah di kota maupun di desa,” tegas Sulisman, Senin (17/11/25).

    Ia menjelaskan bahwa penyediaan internet gratis bukan hanya upaya memenuhi kebutuhan teknis pendidikan, tetapi langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di era digital. 

    Dengan konektivitas yang merata, siswa Kutim memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Sulisman menyebut penggunaan teknologi pembelajaran seperti Smart TV, aplikasi pembelajaran jarak jauh, dan sumber belajar digital kini semakin umum digunakan di sekolah-sekolah. 

    Pemerataan internet menjadi fondasi agar transformasi tersebut berjalan tidak hanya di wilayah pusat, melainkan juga di sekolah-sekolah terpencil.

    “Akses internet ini harus menjadi penyeimbang dan siswa di desa berhak mendapat pengalaman belajar digital yang sama dengan siswa di kota,” ungkapnya.

    Untuk menjaga kualitas layanan, Diskominfo melakukan pengawasan jaringan secara berkala. 

    Koordinasi dengan sekolah dan Korwil Pendidikan dilakukan melalui pelaporan rutin agar gangguan jaringan dapat ditangani secara cepat.

    Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong sekolah untuk memanfaatkan jaringan internet secara produktif dan bertanggung jawab, termasuk untuk memperluas literasi digital, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membuka ruang inovasi bagi tenaga pendidik.

    Dengan terhubungnya semua sekolah melalui layanan internet gratis, Pemkab Kutim memastikan tidak ada kesenjangan digital dalam dunia pendidikan dan membuka ruang yang sama bagi seluruh anak di Kutim untuk berkembang di era teknologi.(ADV)

  • Dua Dekade Konsisten Prioritaskan Pendidikan, Ardiansyah: Anggaran 20 Persen Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Komitmen

    Dua Dekade Konsisten Prioritaskan Pendidikan, Ardiansyah: Anggaran 20 Persen Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Komitmen

     

    ringkasmedia.net, kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan melalui alokasi anggaran minimal 20 persen dari APBD. 

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut sudah berlangsung lebih dari 20 tahun, jauh sebelum banyak daerah menerapkannya.

    Menurut Ardiansyah, keputusan untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas anggaran merupakan bagian dari strategi dasar pembangunan Kutim sejak masa awal pemekaran kabupaten. 

    Pemerintah daerah meyakini bahwa keberhasilan pembangunan akan berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusia.

    “Kutim sejak dulu memandang pendidikan sebagai kebutuhan utama karena itu anggaran 20 persen bukan hanya mengikuti aturan, tapi sudah menjadi komitmen sejak awal,” ujar Ardiansyah, Senin (17/11/25).

    Ia menjelaskan bahwa alokasi besar pendidikan tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pada peningkatan kualitas guru, pemerataan fasilitas pembelajaran, serta penguatan kesempatan pendidikan tinggi untuk masyarakat.

    Ardiansyah menegaskan bahwa konsistensi alokasi anggaran menjadi fondasi percepatan peningkatan indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutim. 

    Pemerintah daerah disebut terus memperkuat penyelarasan lintas perangkat daerah agar setiap program pendidikan berjalan tepat sasaran hingga ke desa dan rukun tetangga.

    Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan anggaran pendidikan untuk menyesuaikan kebutuhan zaman, termasuk transformasi digital di sekolah, pemenuhan literasi teknologi bagi pelajar, dan penyediaan fasilitas pembelajaran berbasis informasi.

    Ardiansyah menekankan bahwa seluruh kebijakan pendidikan bermuara pada satu tujuan besar yaitu memastikan generasi muda Kutim memiliki kapasitas, daya saing, dan karakter kuat untuk menghadapi masa depan.

    “Kita ingin memastikan siapa pun punya kesempatan belajar, tanpa terhambat kondisi ekonomi dan Pendidikan harus dirasakan oleh semua anak Kutim dan Anggaran pendidikan bukan cost, tapi investasi yang kita bangun adalah masa depan Kutim,” tutupnya.(ADV)

  • Potensi Wisata Pinang Raya Mulai Diperkuat, Pemerintah Kecamatan Pastikan Pengembangan Berbasis Masyarakat

    Potensi Wisata Pinang Raya Mulai Diperkuat, Pemerintah Kecamatan Pastikan Pengembangan Berbasis Masyarakat

     

    ringkasmedia.net, kutim – Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan menunjukkan komitmen kuat untuk mengembangkan sektor wisata lokal sebagai penopang ekonomi masyarakat. 

    Fokus pembangunan diarahkan pada kawasan wisata alam di Desa Persiapan Pinang Raya yang memiliki daya tarik panorama perbukitan, negeri di atas awan, dan air terjun alami.

    Plt Camat Sangatta Selatan, Rusmiati SE, menilai bahwa potensi wisata desa sudah memenuhi syarat untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan, namun diperlukan manajemen tata kelola yang terencana dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

    “Wisata alam Pinang Raya punya daya jual tinggi, tetapi pengembangannya harus terstruktur dan berbasis masyarakat agar manfaat ekonominya terasa langsung,” ujar Rusmiati, Senin (17/11/25).

    Ia menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan telah mengidentifikasi sejumlah kebutuhan awal, termasuk penataan area wisata, penentuan zonasi aktivitas, dan strategi peningkatan kenyamanan pengunjung.

    Rusmiati juga menegaskan bahwa kelompok masyarakat lokal harus menjadi pelaku utama pengelolaan wisata. 

    Ia menyebut Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) sebagai lembaga kunci yang perlu diperkuat melalui pelatihan, pendampingan, dan kerja kolaboratif dengan perangkat desa serta lembaga ekonomi desa seperti Bumdes.

    Selain itu, pihak kecamatan tengah menyusun rencana koordinasi lintas sektor untuk memastikan penyediaan fasilitas penunjang wisata seperti jalur trekking, papan informasi, titik swafoto, dan fasilitas keamanan dapat segera dikerjakan bertahap.

    “Kami tidak ingin wisata hanya ramai sesaat lalu redup, fondasinya harus kuat seperti kelembagaan desa, pengelolaan Pokdarwis, dan kesiapan ruang,” tambahnya.

    Ia meyakini bahwa pengembangan wisata dapat membuka lapangan kerja baru bagi warga Pinang Raya dan desa sekitar, mulai dari jasa transportasi lokal, kuliner, homestay, hingga penjualan produk UMKM.

    Pemerintah kecamatan optimistis bahwa wisata Pinang Raya akan menjadi penggerak ekonomi baru Sangatta Selatan apabila seluruh pemangku kepentingan memegang visi yang sama untuk pengembangan wisata yang profesional, ramah lingkungan, dan bermanfaat bagi warga.

    Rusmiati memastikan pendampingan pemerintah kecamatan akan terus berlanjut sampai destinasi siap dipromosikan secara luas.(ADV)

  • Mahyunadi Serukan Budaya Tertib di Jalan Raya, Kutim Fokus Kurangi Kecelakaan Melalui Edukasi Masyarakat

    Mahyunadi Serukan Budaya Tertib di Jalan Raya, Kutim Fokus Kurangi Kecelakaan Melalui Edukasi Masyarakat

     

    ringkasmedia.net, kutim – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui gerakan edukasi masyarakat dan peningkatan kedisiplinan berkendara. 

    Hal ini disampaikan setelah menghadiri apel Operasi Zebra Mahakam 2025 di halaman Mapolres Kutim pada Senin (17/11/25).

    Menurut Mahyunadi, kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab tertinggi cedera dan kehilangan nyawa di Kutim. 

    Ia menilai sebagian besar kejadian bersumber dari perilaku pengendara yang mengabaikan aturan keselamatan dasar saat berkendara.

    “Yang paling sering terjadi adalah kecelakaan akibat kelalaian serta keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi kesadaran setiap pengendara di jalan,” ujar Mahyunadi.

    Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi kepolisian tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. 

    Perubahan perilaku masyarakat menjadi elemen paling penting agar angka kecelakaan dapat benar-benar ditekan.

    Selain kedisiplinan berkendara, Mahyunadi mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima sebelum mengendarai kendaraan. 

    Ia menyoroti kasus kecelakaan yang terjadi akibat mengemudi dalam kondisi mengantuk, kelelahan, atau tidak fokus.

    Ia meminta seluruh pihak termasuk sekolah, perangkat desa, organisasi pemuda, dan komunitas otomotif untuk ikut mengampanyekan keselamatan berkendara sejak dini sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh secara berkelanjutan.

    Mahyunadi menambahkan bahwa peningkatan keselamatan jalan harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat kepolisian. 

    “Kesadaran berlalu lintas adalah cermin peradaban daerah dan kalau masyarakat Kutim tertib, maka kita sedang membangun Kutim yang lebih beradab, aman, dan ramah bagi semua,” tutupnya.(ADV)