Rp 400 Juta CSR KPC Perkuat Rumah Rehab Gizi, Upaya Sangatta Utara Tekan Stunting Berbasis Perubahan Perilaku

Ditulis oleh

di

ringkasmedia.net, Kutim – Pembangunan fasilitas Rumah Rehab Gizi di Kecamatan Sangatta Utara memasuki tahap final sebagai pusat edukasi gizi keluarga yang dirancang untuk mendukung penanganan stunting jangka panjang. 

Fokus pembangunan diarahkan tidak hanya pada penyediaan ruang makan sehat bagi anak berisiko stunting, tetapi juga menciptakan sarana pembelajaran bagi orang tua dalam membentuk kebiasaan gizi yang berkelanjutan.

Program ini mendapatkan dukungan pendanaan sebesar Rp 400 juta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC). 

Anggaran tersebut digunakan sepenuhnya untuk perbaikan fasilitas fisik, penguatan ruang kelas edukasi gizi, ruang dapur praktik, peralatan memasak sehat, hingga sarana pemantauan tumbuh kembang anak.

Sebelumnya, pembangunan Rumah Rehab Gizi direncanakan berlokasi di kawasan TK Sangatta Utara, namun dibatalkan karena lahan tidak memadai untuk standar teknis pelayanan. 

Pemerintah kemudian melakukan langkah strategis dengan memanfaatkan bangunan eks rumah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kecamatan Sangatta Utara yang telah lama tidak digunakan. 

Bangunan seluas 8 × 20 meter itu kini tengah disiapkan untuk menjadi ruang pembinaan gizi terpadu. 

Penataan ruang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas edukasi, termasuk dining area untuk praktik makan sehat, kitchen set untuk pembelajaran memasak, ruang kelas orang tua, serta area pengukuran pertumbuhan anak.

“Alih fungsi bangunan ini bukan hanya efisiensi, tetapi langkah percepatan agar layanan pendampingan gizi segera dapat beroperasi dan aset pemerintah harus kembali memberi manfaat kepada masyarakat,” ujar Hasdiah, Selasa (18/11/25).

Untuk memastikan standar bangunan sesuai kebutuhan kesehatan, pemerintah juga menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). 

Hal ini memastikan setiap ruang memenuhi detail teknis pelayanan gizi, baik dari sisi sanitasi, ventilasi,  hingga standar ruang pemantauan tumbuh kembang anak.

Hasdiah menegaskan bahwa pembangunan fasilitas fisik Rumah Rehab Gizi bukan tujuan akhir, melainkan fondasi untuk membangun pola konsumsi sehat dan kesadaran orang tua dalam pemenuhan gizi anak.

“Bangunan ini akan menjadi pusat pembiasaan perilaku sehat, ketika anak sudah kembali sehat, kita ingin perubahan perilaku keluarga tetap berlanjut di rumah,” ungkapnya.

Dengan penguatan infrastruktur dan penyesuaian standar bangunan kesehatan, pemerintah Kecamatan Sangatta Utara berharap Rumah Rehab Gizi menjadi percontohan penanganan stunting berbasis edukasi dan kolaborasi multipihak di Kabupaten Kutim.(ADV)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *