ringkasmedia.net, kutim – Setelah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan banjir dan genangan air, Kecamatan Sangatta Utara kini mengambil langkah agresif dengan pembangunan infrastruktur pada pembenahan drainase sebagai fokus utama tahun ini.
Upaya ini bukan lagi sekadar respons sesaat, melainkan strategi jangka panjang untuk menghentikan masalah banjir sampai ke akarnya.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah, menegaskan bahwa penanganan drainase telah diputuskan sebagai arah utama pembangunan karena menyangkut langsung kenyamanan dan keamanan masyarakat.
“Kalau drainase ini tidak ditangani, masalah banjir akan terus berulang, jadi tahun ini kami pastikan pengerjaannya betul-betul diprioritaskan,” tegas Hasdiah, Sabtu (22/11/25).
Ia menyebut bahwa kebijakan ini juga sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutim dalam kerangka 50 Program Unggulan.
Drainase menjadi salah satu sektor yang dikawal ketat karena berkaitan dengan ketahanan kota terhadap gangguan alam.
“Masyarakat sudah terlalu lama terdampak ketika hujan turun dan Harapan kami, setelah pembangunan ini berjalan, warga tidak lagi khawatir setiap musim hujan datang,” ujarnya.
Salah satu lokasi yang kini menjadi fokus adalah Singa Gembara, kawasan yang kerap tergenang air tinggi saat hujan deras.
Program drainase di wilayah ini dirancang untuk memberikan solusi nyata, bukan perbaikan sementara.
Hasdiah menjelaskan bahwa pengerjaan drainase dilakukan dengan pendekatan bertahap namun menyeluruh, memastikan tidak hanya pusat kota yang disentuh, tetapi juga kawasan pemukiman yang selama ini paling rentan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan drainase akan menjadi titik balik bagi Sangatta Utara dalam menghadapi bencana banjir dan genangan air.
Dengan fokus penuh pada drainase, Sangatta Utara memasuki babak baru dalam pembangunan infrastruktur, yang Dulu terendam dan kini melawan.(ADV)



