ringkasmedia.net, Samarinda – Penghentian operasional fasilitas kesehatan swasta di Kota Samarinda, seperti yang dialami Rumah Sakit Bhakti Nugraha baru-baru ini, menarik perhatian publik terkait nasib para tenaga kerja yang terdampak.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah, menilai bahwa risiko penutupan dalam industri swasta merupakan kenyataan yang harus diantisipasi oleh setiap pekerja.
“Ketika kita bekerja dalam sebuah perusahaan, hal terburuk yang bisa terjadi adalah perusahaan itu tutup, sehingga kita memang harus siap membuat pilihan,” ujar Andriansyah.
Dinamika operasional rumah sakit swasta sangat bergantung pada profesionalitas tata kelola manajemen internal masing-masing instansi. Pemerintah maupun pihak legislatif tidak dapat mengintervensi penuh masalah manajerial internal yang menyebabkan sebuah rumah sakit swasta berhenti beroperasi.
“Rumah sakit swasta itu memang harus dikelola secara profesional, dan masalah manajemen internal tidak bisa sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita untuk mengambil alih,” jelasnya.
Meskipun penutupan usaha merupakan konsekuensi dari dinamika bisnis swasta, perlindungan terhadap hak-hak karyawan yang terputus hubungan kerjanya wajib menjadi prioritas utama.
Pihak pengelola rumah sakit dituntut untuk menyelesaikan seluruh kewajiban finansial dan legal kepada para pekerja sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Hal yang paling penting adalah pembayaran hak-hak pekerja yang terdampak itu harus diselesaikan secara tuntas,” tegas Andriansyah.
Di sisi lain, gugurnya beberapa fasilitas kesehatan lama tidak menyurutkan iklim investasi pelayanan kesehatan di Kota Samarinda, yang terbukti dengan bermunculannya pembangunan rumah sakit baru di beberapa titik strategis.
Kondisi ini menandakan bahwa kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan tetap tinggi, namun keberlangsungannya sangat ditentukan oleh strategi pengelolaan yang adaptif.
“Di sisi lain kita lihat investasi rumah sakit baru juga tetap tumbuh di Samarinda, yang membuktikan bahwa kunci utamanya ada pada kekuatan manajemen,” pungkasnya.(RHM)



