Kamis, 30 Nov 23 6:42 WITA

Salehuddin Dorong Kemandirian Farmasi Nasional untuk Dukung Transformasi Kesehatan

by Ringkas

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Salehuddin. (Istimewa)

Samarinda,Ringkasmedia.net – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Salehuddin menekankan pentingnya kemandirian farmasi nasional dalam mendukung transformasi kesehatan di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat berbicara di Samarinda, Selasa.
“Kita berharap ada sinergi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan pelaku industri farmasi lokal untuk memproduksi obat-obat esensial di Indonesia, termasuk bahan baku obat,” kata Salehuddin.
Ia mengatakan, dengan memproduksi obat-obatan di dalam negeri, biaya operasional akan lebih hemat, dan potensi obat tradisional seperti jamu dapat dimanfaatkan dengan baik. Jamu, menurutnya, memiliki manfaat yang sudah teruji secara ilmiah.
“Jamu selama ini kurang mendapat perhatian dalam hal pengembangan dan pemasaran. Padahal, jamu dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat kita, khususnya petani yang menggeluti bidang apotek kultural atau herbal,” ucap Politikus Partai Golkar itu.
Salehuddin menambahkan, kebijakan kemandirian farmasi nasional tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat dari sisi kesehatan, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian petani yang menjadi penyuplai bahan baku obat.
“Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan kapasitas lembaga dan sumber daya manusia di bidang farmasi, agar dapat bersaing di tingkat global. Transformasi kesehatan itu harus didukung oleh semua elemen, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat,” tutur Salehuddin.
Ia juga mengapresiasi Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 tahun 2023 yang memberikan kesempatan bagi dokter umum untuk melanjutkan pendidikan spesialis.
“Undang-undang kesehatan itu memberikan fasilitas bagi dokter umum untuk mengakses spesialis,” kata wakil rakyat daerah pemilihan Kutai Kartanegara itu.
Salehuddin berharap adanya kemudahan akses pendidikan spesialis bagi dokter dapat meningkatkan kualitas dan ketersediaan tenaga kesehatan di seluruh daerah.
Kalimantan Timur, kata dia, masih mengalami kekurangan dokter spesialis, terutama di tingkat kabupaten-kota dan puskesmas.
“Kita harus mengoptimalkan semua instrumen pelayanan kesehatan di setiap level, termasuk farmasi. Kita juga harus berinovasi dalam hal farmasi di Indonesia untuk menurunkan harga obat-obatan,” pungkas Salehuddin. (Go/Mek/Adv DPRD Kaltim)
Berita Terkait
Juli 31, 2026

DPRD Samarinda Minta Pembangunan Drainase Terstruktur dan Terintegrasi

Juli 31, 2026

DPRD Samarinda : Atasi Macet Folder Air Hitam lewat Optimalisasi Aset Terbengkalai

Juli 30, 2026

DPRD Samarinda Dorong Digitalisasi Sekolah di Wilayah Pinggiran

Juli 30, 2026

Raperda Pariwisata Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi Samarinda