Samarinda,Ringkasmedia.net – Perkembangan APBD di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan utama, dengan peningkatan yang signifikan dari Rp17,2 triliun menjadi Rp25,32 triliun. Hal itu menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin.
Politikus Golkar dapil Kutai Kartanegara itu pun tak segan-segan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kaltim atas peningkatan APBD Kaltim yang sangat mencolok ini.
“Saya memberikan apresiasi pada pemerintah provinsi atas kinerjanya selama ini dalam meningkatkan pendapatan struktur APBD,” ungkapnya.
Meski begitu, ia mengidentifikasi beberapa tantangan serius yang dihadapi pemerintah. Seperti ketidakpenuhan indikator sesuai RPJMD terkait pengentasan kemiskinan, stunting, dan partisipasi rendah anak-anak di Kaltim.
“Sejumlah isu krusial, seperti pengentasan kemiskinan, stunting, dan partisipasi anak-anak di Kaltim yang rendah, masih menjadi permasalahan yang belum berhasil untuk diselesaikan,” jelasnya.
Tingginya angka putus sekolah, terutama untuk jenjang SMA dan SMK, juga menjadi perhatian pria kelahiran 1978 itu. Salehuddin memperkirakan sekitar 5 ribu siswa memutuskan pendidikannya di usia remaja.
“Ini menunjukkan, masih diperlukan upaya lebih besar untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Provinsi Kaltim,” tegasnya.
Maka dengan besar APBD Kaltim yang capai Rp25,32 triliun, Salehuddin mendorong agar perangkat daerah terkait bisa menggunakan anggaran tersebut secara efisien dan efektif untuk menangani isu-isu krusial ini.
“Meskipun APBD bertambah besar, jika tidak digunakan dengan tepat dan sebaik mungkin, maka masalah-masalah yang ada di Kaltim mungkin tidak akan terselesaikan. APBD besar ini harus benar-benar terserap, terutama di sektor Pendidikan,” terangnya.
Dalam konteks ini, Salehuddin mendorong percepatan realisasi anggaran dan penghindaran terhadap sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) yang dapat menghambat program-program yang telah direncanakan sebelumnya.
“Intinya saya minta jangan sampai terjadinya Silpa dan semacamnya,” kata Salehuddin. (Go/Mek/Adv DPRD Kaltim)




