ringkasmedia.net, Samarinda – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM saat ini menjadi perhatian serius bagi Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, karena dampaknya yang diprediksi akan menjalar ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa ketika harga bahan bakar naik, biaya untuk mendistribusikan barang dari produsen ke pasar otomatis menjadi lebih mahal, yang pada akhirnya berisiko memicu lonjakan harga kebutuhan pokok jika tidak segera diantisipasi sejak dini.
“Kenaikan harga BBM ini pasti membuat biaya angkut barang membengkak, dan ujung-ujungnya harga kebutuhan pokok warga bisa ikut naik,” ungkap Iswandi.
Menanggapi situasi ini, DPRD Samarinda mendorong pemerintah kota untuk tidak sekadar memantau kondisi di lapangan, melainkan langsung mengambil tindakan nyata dengan mengoptimalkan anggaran daerah yang sudah tersedia.
Dirinya menekankan bahwa pemerintah harus segera mengaktifkan berbagai instrumen pendukung seperti operasi pasar murah, penyaluran bantuan distribusi, serta penguatan sektor ketahanan pangan agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga.
“Pemerintah harus segera bergerak cepat, programnya sudah ada dan anggarannya pun sudah siap, jadi jangan ditunda lagi pelaksanaannya,” tegas Iswandi.
Selain mendorong percepatan kinerja di lapangan, pihak DPRD Samarinda berencana untuk segera melakukan evaluasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah agar strategi yang diterapkan memiliki landasan yang kuat dan terukur.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pemerintah kota memiliki pemahaman yang sama mengenai perkembangan ekonomi daerah dan mampu menentukan langkah mitigasi yang paling efektif untuk menekan laju inflasi.
“Kami akan segera membahas ini bersama TPID supaya dapat gambaran jelas bagaimana langkah terbaik menahan laju inflasi ke depannya,” jelas Iswandi.
Iswandi mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian ekonomi tidak hanya diukur dari angka-angka statistik, melainkan dari kemampuan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat agar tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ia berharap adanya kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas ekonomi agar pertumbuhan daerah tetap berjalan dengan sehat dan berkelanjutan.
“Prioritas utama kita adalah masyarakat bisa tetap berbelanja kebutuhan sehari-hari, jangan sampai mereka kesulitan karena harga yang terus melonjak tanpa penanganan serius,” pungkasnya.(RHM)



