Kamis, 6 Okt 22 1:09 WITA

Tim Trauma Healing Dibentuk, Presiden Beri Perhatian Khusus

by Ringkas

 


Malang, Ringkasmedia.net-
Bupati Malang M Sanusi menerangkan pihaknya telah menyiapkan tim untuk

pemulihan trauma (trauma healing) bagi korban tragedi
Kanjuruhan pada (1/9/2022) lalu.

Proses
trauma healing akan dibantu Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur maupun
persatuan dokter, karena banyak korban tragedi Kanjuruhan yang mengalami
gangguan Kesehatan, disarankan bisa langsung mendatangi rumah sakit untuk
mendapatkan pengobatan.

“Untuk biaya semuanya gratis. Untuk di Kabupaten
Malang, nanti pemkab yang menanggung dan di Rumah Sakit Saiful Anwar itu nanti
gubernur,” kata Sanusi.

Ia
menjelaskan, Pemkab Malang masih membuka pusat informasi korban tragedi
Kanjuruhan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Secara umum kondisi
korban yang menjalani perawatan di rumah sakit sudah mulai membaik.

Kejadian
Kanjuruhan tak hanya menjadi sorotan nasional, namun menarik perhatian dunia, Kericuhan
terjadi selepas pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion
Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Menurut
data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, tragedi yang terjadi di Stadion
Kanjuruhan menyebabkan 131 orang meninggal dunia, 440 orang luka ringan,
dan 29 orang terluka berat.

Presiden Joko Widodo juga memberi
perhatian khusus, dirinya berpesan agar tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Malang diusut tuntas, transparan, tanpa ada ditutup-tutupi. Dia menegaskan
pihak yang terbukti bersalah dalam tragedi ini harus diberi sanksi dan
dipidanakan.

“Ya,
kenapa dibentuk tim pencari fakta independen karena ingin kita usut tuntas,
tidak ada yang ditutup-tutupi, yang salah juga diberikan sanksi, kalau masuk
pidana juga sama,” kata Jokowi usai menjenguk korban tragedi Kanjuruhan di
RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang Jawa Timur, Rabu (5/10/2022).

Dirinya
juga telah meminta meminta Menko Polhukam Mahfud Md selaku Ketum Tim Gabungan
Indenpenden Pencari Fakta, untuk secepat-cepatnya mengungkap tragedi
Kanjuruhan. Terlebih, semua bukti sudah terlihat.

“Kan
sudah disampaikan oleh Menko polhukam. Beliau minta satu bulan, tapi saya minta
secepat-cepatnya, karena ini barangnya kelihatan semua kok,
secepat-cepatnya,” jelasnya.

 

Berita Terkait
Juli 31, 2026

DPRD Samarinda Minta Pembangunan Drainase Terstruktur dan Terintegrasi

Juli 31, 2026

DPRD Samarinda : Atasi Macet Folder Air Hitam lewat Optimalisasi Aset Terbengkalai

Juli 30, 2026

DPRD Samarinda Dorong Digitalisasi Sekolah di Wilayah Pinggiran

Juli 30, 2026

Raperda Pariwisata Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi Samarinda