Dua Tahun Akselerasi Pembangunan Dimulai, Kutim Kunci MYC Rp1,08 Triliun untuk Infrastruktur Prioritas

Ditulis oleh

di

 

ringkasmedia.net, kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi memasuki fase percepatan pembangunan dengan mengesahkan program multiyears contract (MYC) bernilai Rp1,081 triliun, yang akan berjalan pada 2026–2027. 

Kesepakatan strategis tersebut ditetapkan melalui koordinasi Pemkab dan DPRD Kutim sebagai fondasi penyelesaian proyek-proyek vital lintas kecamatan.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyebut pengesahan MYC adalah momen penting untuk memastikan pembangunan tidak lagi berjalan parsial, melainkan tuntas dan terukur sesuai kebutuhan masyarakat.

“MYC memastikan pembangunan tidak hanya dimulai, tetapi juga selesai tepat waktu karena anggarannya sudah terkunci sejak awal,” ujar Ardiansyah, Sabtu (22/11/25).

Total anggaran Rp1,081 triliun dibagi bertahap:

2026 : Rp 383,932 miliar

2027 : Rp 697,567 miliar

Pembagian tersebut disesuaikan kemampuan fiskal daerah tanpa menghilangkan proyek prioritas. 

Pada fase pertama percepatan, sejumlah sektor strategis menjadi sorotan utama, di antaranya:

– Pembukaan dan peningkatan akses jalan lintas kecamatan

– Pembangunan jembatan penghubung wilayah pedalaman dan pesisir

– Perbaikan sistem drainase daerah rawan banjir

– Pembangunan fasilitas publik seperti Mall Pelayanan Publik dan Balai Latihan Kerja (BLK)

– Peningkatan layanan air bersih pedesaan (SPAM)

– Tahap lanjutan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan

Sejumlah proyek yang sebelumnya tertunda akibat keterbatasan anggaran kini dipastikan masuk daftar pelaksanaan MYC, sehingga tidak lagi membutuhkan renegosiasi anggaran setiap tahun.

Proyek Manubar–Seriung, yang sudah lama diusulkan masyarakat, akan segera direalisasikan dengan skema anggaran MYC, dan menjadi salah satu pembangunan prioritas agar selesai tanpa menunggu siklus APBD tahunan.

“Dengan dana pembangunan yang terkunci hingga 2027, maka pemerataan pembangunan semakin terasa di seluruh wilayah dan bukan hanya di pusat kota, tetapi juga di desa, daerah pesisir, dan pedalaman,” tambahnya.

MYC dinilai menjadi langkah paling realistis untuk memastikan pembangunan strategis tidak berhenti di tengah jalan dan masyarakat segera merasakan manfaat langsung.(ADV)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *