ringkasmedia.net, kutim – Pembangunan Jembatan Telen kembali menuai sorotan setelah progres konstruksi tak menunjukkan perkembangan lanjutan dalam beberapa bulan terakhir.
Akibatnya, masyarakat di wilayah Telen masih harus menghadapi keterbatasan mobilitas karena belum tersedianya akses penghubung yang memadai antar desa.
Pantauan di lapangan menunjukkan konstruksi jembatan hanya sampai pada penyelesaian salah satu tiang utama di sisi sungai.
Tahap pengecoran lanjutan belum dimulai, sehingga keseluruhan struktur belum dapat berdiri sesuai rencana awal proyek.
Camat Telen, Petrus Ivung, membenarkan bahwa stagnasi pengerjaan bukan disebabkan kurangnya dukungan pemerintah, melainkan faktor teknis yang diperparah cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir.
“Curah hujan sangat tinggi dan debit sungai terus naik, jadi pekerjaan di tengah sungai tidak bisa dilanjutkan karena risikonya terlalu besar untuk keselamatan pekerja,” ujar Petrus, Jumat (14/11/25).
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pengecoran pondasi tidak dapat dilakukan apabila arus sungai masih deras dan permukaan air tidak stabil.
Pengerjaan dengan kondisi demikian dikhawatirkan menurunkan standar kekuatan konstruksi dan berpotensi menyebabkan kerusakan di masa mendatang.
“Proyek ini tidak bisa dipaksakan kalau kualitas tidak terjamin, nanti jembatan justru berbahaya untuk masyarakat,” tambahnya.
Di sisi lain, warga masih menjadi pihak paling terdampak karena minimnya akses membuat mobilitas barang, hasil pertanian, kebutuhan pokok, hingga perjalanan masyarakat antarwilayah menjadi terhambat, terutama saat musim hujan ketika jalur alternatif sulit dilalui.
Petrus menyebut pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari langkah percepatan agar pembangunan dapat dilanjutkan segera setelah kondisi sungai memungkinkan.
Pemerintah kecamatan juga berharap ada penyesuaian teknis agar pekerjaan dapat terus berjalan meskipun menghadapi hambatan cuaca, selama tetap berada dalam standar keselamatan konstruksi.
Masyarakat kini menanti langkah konkret pemerintah daerah untuk mengakselerasi pembangunan, karena keberadaan jembatan menjadi harapan besar untuk mengakhiri keterisolasian wilayah Telen dan memperkuat konektivitas antar desa.(ADV)

Tinggalkan Balasan