Samarinda,Ringkasmedia.net- Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo menyatakan sikap penolakan terhadap penghapusan tenaga honorer di Indonesia. Sebab, Kaltim berkomitmen untuk mensejahterakan para tenaga honorer yang ada di Bumi Etam.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo telah mengeluarkan kebijakan tentang penghapusan tenaga honorer pada 31 Oktober 2023 lalu. Mendengar hal itu, politisi PAN tersebut menyatakan tidak setuju dengan kebijakan tersebut.
“Penghapusan tenaga honorer di Indonesia, tentu kami Provinsi Kaltim menegaskan tidak setuju,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai jika Provinsi Kalimantan Timur akan terus menggencarkan penolakan atas kebijakan yang dilayangkan oleh Presiden Republik Indonesia.
“Kami akan perjuangkan tenaga honorer di Indonesia, khususnya di daerah Kaltim,” pungkasnya.
Dalam mengumpulkan suara, pihak DPRD Kaltim akan berkolaborasi dengan pemprov Kaltim bahkan ke tingkat kabupaten/kota sekalipun. Harapannya, suara tersebut bisa didengar oleh pemerintah pusat.
“Kita ingin kebijakan itu dibatalkan. Lewat asosiasi gubernur, bupati, hingga wali kota, semoga aspirasi ini bisa didengar oleh pusat,” kata Sigit.
Kendati demikian, Sigit percaya penolakan ini tidak hanya dari pihak Kaltim saja. Melainkan harus ada dukungan dari daerah yang lainnya juga. Utamanya, dukungan yang kuat dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.
“Ini bentuk dukungan kami kepada teman-teman tenaga honorer, semoga didengar oleh Pemerintah Pusat, yakni Bapak Joko Widodo,” harapnya. (Go/Tom/Adv DPRD Kaltim)
