ringkasmedia.net, kutim – Dinas Pariwisata Kutai Timur (Dispar Kutim) terus mendorong pelestarian budaya daerah melalui penyelenggaraan event berbasis adat dan tradisi.
Setiap desa di Kutai Timur (Kutim) kini memiliki peluang untuk mengajukan kegiatan budaya, dengan jaminan pendampingan penuh dari pemerintah daerah agar event dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Timur, Ahmad Rifani, menegaskan bahwa dinas siap memfasilitasi setiap event budaya yang dirancang oleh desa maupun komunitas lokal.
Dukungan tersebut meliputi koordinasi teknis, promosi, hingga kolaborasi kelembagaan untuk memastikan kegiatan berjalan efektif.
“Selama event tersebut terkonsep dengan baik dan mengangkat adat atau tradisi lokal, kami siap membantu mulai dari koordinasi, promosi, hingga teknis pelaksanaan,” ujar Rifani, Rabu (26/11/25).
Menurutnya, event budaya tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi bagi masyarakat dan wisatawan.
Melalui pertunjukan seni, ritual adat, hingga pagelaran tradisi, pengunjung dapat belajar langsung tentang kearifan lokal, sejarah, serta nilai budaya Kutim.
Rifani menyampaikan bahwa manfaat ekonomi menjadi salah satu faktor kuatnya dukungan Dispar Kutim terhadap kegiatan budaya desa.
Event terbukti mampu menggerakkan pelaku UMKM, pedagang kuliner, dan berbagai usaha lokal yang terdongkrak oleh meningkatnya kunjungan wisatawan.
“Event budaya membawa manfaat ekonomi nyata, UMKM dan pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan selalu mendapat momentum peningkatan penjualan dan jangkauan pelanggan,” jelasnya.
Selain itu, event desa juga membuka ruang pengembangan bagi kreator lokal untuk musisi, pelaku seni, pembuat film, dan pekerja konten dapat memanfaatkan kegiatan untuk menampilkan karya serta memperluas eksposur melalui dokumentasi dan media sosial.
Dispar Kutim menekankan bahwa perencanaan kegiatan harus dilakukan secara matang dan profesional.
Tujuan utama event budaya adalah memperkuat identitas daerah, memberdayakan masyarakat, dan mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif.
“Jangan ragu mengusulkan event budaya, dengan dukungan kami, setiap kegiatan bisa sukses, mengangkat budaya lokal, memberi manfaat ekonomi, dan memperkuat Kutim sebagai pusat kreativitas dan pariwisata,” tutupnya.(ADV)



