Kukar,Ringkasmedia.net- Menyambut hari raya kurban tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Ditanak) Kukar ada 60 persen hewan kurban merupakan hasil peternakan lokal.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar. Aji Gazali Rahman.
Hasil peternakan lokal yanki berasal dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Kukar Antaranya Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Jangan, Samboja, Muara Jawa dan Kota Bangun.
“Selain hasil peternakan lokal, kami juga mendapatkan pasokan dari luar Kalimantan sebesar 40 persen,” ungkap Aji Gazali Rahman saat dikonfirmasi Kamis, (1/6/2023).
Pasokan sapi kurban sebesar 40 persen didatangkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi.
“Untuk dari Pulau Jawa kami hanya mengambil kambil saja,” tambahnya
Dapat diketahui jika sapi asal NTT dan juga Sulawesi dapat dipastikan kesehatannya dan terhindar dari wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) maupun Lumpy Skin Disiase (LDS).
(Kami juga akan lakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang dijual pedagang nantinya, jika terindikasi maka akan kami tahan atau sisihkan,” tuturnya.
Distanak Kukar akan selalu selektif dalam melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang diperjuangkan belikan.
“Ini bentuk kewaspadaan dan memastikan kondisi hewan kurban aman dan siap dikurbankan,” tegasnya
Pemkab Kukar juga memastikan jika pasokan hewan kurban aman menjelang hari Raya Idul Adha 1444 H ini.
“Distanak siapkan 4.000 ekor hewan kurban, 2.500 sapi dan 1.500 kambing,” pungkasnya. (Ps/Ed/Adv)




